SUMATERASELATAN - Seorang sopir pengangkut kelapa sawit, ST, memicu laporan palsu ditembak orang tak dikenal. Motifnya ternyata lantaran kesal jalan hancur sehingga menyulitkan berkendara dan memakan selagi lebih lama. Namun, Polisi menghentikan persoalan ini dan menerima permohonan maaf pelaku.
Awalnya dia singgah ke Polres Musi Rawas, Sumatera Selatan, untuk mengadukan kejadian yang menimpanya, Kamis (23/2). Dia bercerita satu malam di awalnya ia ditembak OTD selagi melintas bersama sebuah truk mengangkut kelapa sawit di Jalan Trans Subur, Kelurahan Muara Lakitan, Musi Rawas.
AGEN DOMINO - Saat melapor, ia memperlihatkan luka memar dan berlobang di dadanya serta peluru. Polisi pun bergerak cepat menyelidiki persoalan ini bersama obyek meringkus pelaku.
Dari hasil olah TKP dan penyelidikan, penyidik mendapatkan banyak kejanggalan, layaknya info pelaku yang berubah-ubah. Alhasil disimpulkan bahwa laporan itu palsu dan dikuatkan bersama pengakuan pelaku.
Kapolres Musi Rawas AKBP Danu Agus Purnomo menjelaskan, pelaku merekayasa momen itu sedemikian rupa sehingga benar adanya. Seperti luka di dada dan penemuan peluru.
"Ternyata pelaku memicu laporan palsu, itu baru diakuinya setelah ditunaikan pengecekan tetap menerus," ungkap Danu, Jumat (17/3).
Dari pengakuan, laporan palsu itu ia bikin karena kesal jalanan menuju pabrik untuk mengangkut kelapa sawit rusak parah. Saat hujan, jalanan tak mampu di lewati sehingga ia wajib menginap di mobil seraya menunggu jalan sedikit kering.
Jika pun jalan mampu dilalui, jarak tempuh menuju pabrik memakan selagi 4 jam lantaran kendaraan tak mampu berkecepatan tinggi. Sementara seusai mengantar sawit, truknya susah terlihat sehingga wajib ulang bermalam di mobil.
"Kondisi jalan layaknya itu membuatnya jarang berkumpul bersama keluarga. Karena itulah ia kesal selanjutnya memicu laporan palsu pura-pura ditembak orang," kata dia.
Terkait luka di dada pelaku, Danu menyebut bukan karena ditembak, melainkan akibat terkena kayu selagi ia bersihkan jalan. Meski demikian, pihaknya jalankan restorative justice terhadap pelaku bersama pengakuan maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali.
Kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga sehingga tidak sembarang memicu laporan palsu yang memicu ketidakstabilan keamanan.
"Jangan menyebabkan provokasi dan keresahan masyarakat," pungkasnya. AGEN POKER

0 Komentar