TANGERANG - Si kembar Rihana Rihani, tersangka kasus penipuan preorder (PO) iPhone akhirnya ditangkap polisi, setelah sekian waktu buron. Hal menarik terlihat dari ekspresi keduanya yang terkesan tidak ada rasa panik maupun takut saat ditampilkan ke publik oleh penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (4/7) kemarin. Padahal hasil penipuan mereka menyebabkan para korban merugi hingga Rp35 miliar.
Menanggapi hal itu, pakar gestur Handoko Gani menilai tidak adanya ekspresi kepanikan maupun ketakutan dari tersangka, karena mereka merasa alasan kejahatan yang dilakukannya benar dengan berbagai motif maupun balas dendam.
"Maka reaksi yang kita tunggu-tunggu ada reaksi ketakutan, kepanikan saat ditangkap dan reaksi menyesal atau merasa bersalah. Ketika kita melihat Rihana dan Rihank, si kembar ini, kita tidak melihat reaksi tersebut," kata ujar Handoko saat dihubungi merdeka.com, Rabu (5/7).
AGEN DOMINO - Maka dari itu, Handoko menduga tenangnya Rihana Rihani saat ditangkap polisi, lantaran tidak ada rasa bersalah saat menipu para korban maupun tidak pernah melarikan diri.
"Nah yang saya duga, bahwa mereka berdua tidak merasa menipu. Kedua mereka berdua tidak merasa melarikan diri. Jadi ini menjadi sebuah perkara yang harus dibuktikan kepolisian apakah ada unsur penipuan bisnis," bebernya.
"Kedua apakah betul yang bersangkutan ini bermaksud kabur setelah ditetapkan sebagai tersangka," tambah dia.
Sebelumnya, Tim Subdit Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap Rihana dan Rihani di Serpong, Kabupaten Tangerang.
"Rihana dan Rihani baru saja di tangkap di M Town Residence Gading Serpong oleh tim Resmob Polda Metro Jaya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, Selasa (4/7).
Saat penangkapan berlangsung, Rihana Rihani terlihat tidak panik. Mereka masih sempat berdialog dengan tenang oleh petugas yang menggerebeknya.
"Saya tertawa aja siapa yang bilang saya di Bali," ujarnya. Tidak diketahui dengan pasti yang bicara Rihana atau Rihani.
AGEN POKER - Dalam unit apartemen tempat tinggal Rihana Rihani, polisi juga sempat bertanya cara mereka bertahan hidup dalam persembunyian. "Sewa lewat Airbnb," ujarnya.
"Kalau makan turun ke bawah, normal?" tanya penyidik.
"Saya tadi bilang sama bapak itu. Saya makan cuma beli di bawah di supermarket," tuturnya.
Momen tenangnya dua tersangka ini juga terlihat saat rilis kasus di Polda Metro Jaya, ketika mereka resmi memakai kaos orange tahanan dan ditampilkan ke hadapan awak media.
"Rihana yang mana Rihani yang mana nih. Tunjuk tangan dong Rihana," teriak awak media yang dibalas senyum centil salah satu dari si kembar.

0 Komentar