Pria Pengedar Narkoba dan Ancam Bunuh Polisi di Malang


MALANG -  Pria yang sempat mengancam membunuh polisi melalui videonya ternyata diketahui kesal sebab sempat termakan emosi. Pasalnya, pria bernama Rosidi, warga Dampit, Kabupaten Malang ini menerima telephone dari seseorang tak dikenal yang mengaku polisi.


Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik menuturkan, pelaku tidak menyebarkan videonya ke media sosial, terkecuali hanya mengunggahnya sebagai standing WA. Video itu dikira dilihat dan diunduh oleh orang atau kontak yang tersimpan di dalam handphonenya.

"Dari standing WA itu ada sekitar 57 orang yang membaca. Jadi kontaknya Rosyid (nomor yang tersimpan) itu ada yang membaca, dan dimungkinkan keliru satunya men-download," ucap Taufik kepada wartawan, Rabu (12/4).


Seseorang yang mengenal Rosidi dikira lantas menyebarkan video ancaman tersebut dan viral. Polisi lantas mengamankan yang bersangkutan tersebut barang bukti bersifat handphone serta video unggahan.


AGEN DOMINO - Polisi pun udah menyelidiki video unggahan itu dan tidak meraih bukti bahwa Rosidi sebagai penyebar video itu ke media sosial.

"HP-nya kan udah diamankan, ternyata kita tidak mendapati bukti bahwa Rosidi ini mengunggah di media sosial," tegasnya.


Padahal video tersebut tersebar secara luas di semua platform layaknya Snack Video, Facebook, Instagram dan lain-lain. Sementara standing WA secara otomatis terhapus di dalam kala kurang dari 24 jam.


Atas dasar itulah Polres Malang menilai bahwa Rosidi kurang cukup bukti sekiranya dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, awalnya pelaku kesal dan termakan emosi sebab diteror melalui telephone oleh seseorang tidak dikenal yang mengaku anggota polisi.


AGEN POKER - Peneror tersebut bakal menangkap Rosidi atas dugaaan penyalahgunaan narkoba. Sehingga Rosidi membuat video tersebut dengan maksud balik memgancam penerornya.

"Padahal apa yang udah dituduhkan itu, menurut Rosidi tidak benar. Sehingga terpancing emosi," ucap Wahyu Rizki Saputro.


Riski terhitung meyakinkan bahwa penelpon tersebut bukan dari anggota kepolisian. Kepastian itu sehabis dikerjakan kontrol lebih lanjut. "Bukan dari kepolisian. Sudah kita pastikan bukan dari anggota polisi," tegasnya.


Dalam Video berdurasi 1 menit, 13 detik itu Rosisi mengaku sebagai pengedar narkoba dan bakal membunuh polisi terkecuali berani menangkapnya. Video viral tersebut disertai cacian serta makian.


Rosidi pun dimintai info sebab dinilai udah membuat kegaduhan dan menyebarkan ujaran kebencian dengan menantang polisi. Setelah pemeriksaan, Rosidi terlihat dengan video permintaan maaf tersebut permintaan sehingga kasusnya mendapat peluang untuk restorative justice.


Berikut transkrip ucapan Rosidi di dalam video viral tersebut:

"Assalamualaikum wa ramatullahi wa barakatu. Ini membuat polisi polisi nakoba dari Rosidi atau Rosdam. Kalau Anda meraih informasi terkecuali Rosidi menjajakan narkoba, betul. Rosidi menjajakan narkoba. Kalau anda menghendaki menangkap saya, silahkan di mana mana. Jangankan di rumah, di jalan saya selamanya membawa narkoba," kata Rosidi di video viral itu.


"Kalau anda meraih informasi dari cepu atau sp sp kalian polisi narkoba, saya bunuh semua. Jangan tanggung-tanggung, terkecuali sama Rosidi di mana mana OK. Saya menunggu di mana-mana terkecuali anda ngincer saya ya. Jangan tanggung-tanggung tetapi Rosidi di mana-mana, tak culek mata kalian semua, tak tunggu, janxxx kau ini, pangkatmu ceketer ae," sambung Rosidi tetap di dalam video viral itu.

 

Posting Komentar

0 Komentar