Pria Banjarnegara Mengaku Dukun Pengganda Uang Membunuh 5 Orang



JAWATENGAH - Polres Banjarnegara mengungkap masalah pembunuhan dikira lebih dari lima orang yang dilakukan TH (45) dengan kata lain Slamet dukun pengganda uang. Modus pelaku membunuh korban lantaran kesal kerap ditagih hasil penggandaan uang, dan mengimbuhkan minuman isinya potas kepada korban.

"Jadi korban kerap menagih hasil penggandaan uangnya. Tersangka yang kesal kemudian mengimbuhkan minuman isinya potas kepada korban," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, Senin (3/4).


Kasus pembunuhan ini terungkap sesudah ada laporan kehilangan korban berinisial PO (53) warga Sukabumi Jabar. Dari informasi yang dihimpun keluarga bahwa korban PO berangkat ke Banjarnegara menemui Slamet. Namun sesampainya di lokasi, korban yang sempat mengirimkan pesan dan lokasi target lewat aplikasi Whatsapp kepada anaknya.


AGEN DOMINO - Pesan memberikan bahwa jikalau dirinya tidak ada kabar selama sebagian hari, anak diminta berkunjung ke rumah Slamet bersama aparat.

"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga jikalau umur papa pendek, umpama papa tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," ungkapnya.


Selanjutnya korban udah mulai tidak dihubungi kemudian keluarga melaporkan pada Polres Banjarnegara pada Senin 27 Maret 2023. Mendapat laporan, polisi langsung lakukan penyelidikan bersama menyusuri lokasi Slamet.

"Hasil penyelidikan bahwa PO dibunuh Slamet dan dikubur di Jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa," jelasnya.


Tim bersama Inafis lakukan penggalian di dekat lokasi. Dalam sistem penggalian Slamet membuktikan lokasi penguburan jenazah korban. Diketahui penemuan jenazah PO ditemukan lebih dari lima jenazah yang udah membusuk serta tinggal tulang-belulang.

"Jenazah-jenazah itu dikira merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh Slamet. Kami terus lakukan pendalaman berkenaan kuantitas korban," ujarnya.


AGEN POKER - Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengaku menerjunkan tim DVI untuk penyelidikan bersama mengidentifikasi korban.

"10 jenazah tetap penyelidikan, malam ini dapat diidentifikasi tim DVI Polda Jateng. Bagi keluarga yang mulai kehilangan bagian keluarganya, silakan laporan ke Polres Banjarnegara atau kantor kepolisian terdekat, nanti dapat dibantu untuk sistem identifikasi," tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar