SUMATERAUTARA - Delapan orang dilaporkan meninggal dunia saat sebuah mobil yang membawa rombongan pemudik terseret arus Sungai Sipange, Desa Sigolang, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/4).
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni mengatakan, saat itu ada dua rombongan pemudik dari Provinsi Riau yakni keluarga Sawaludin Rambe beserta 8 orang keluarganya mengendarai satu unit mobil pikap.
AGEN DOMINO - Kemudian rombongan pemudik lainnya yakni Dimson Rambe dengan empat orang keluarganya menggunakan satu unit mobil Isuzu D-Max.
"Kedua rombongan keluarga itu berniat menuju Desa Tapus Godang di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,” kata Imam, Kamis (20/4).
Imam melanjutkan dua rombongan keluarga itu berhenti di Desa Tolang, Kecamatan Aek Bilah. Saat itu Sawaludin meninggalkan mobil pikapnya di Desa Tolang lantaran kendaraannya tak memungkinkan untuk melewati medan. Rombongan keluarga Sawaludin lantas menumpang mobil milik Dimson. Saat itu Sawaludin menjadi pengemudinya.
Kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB saat berada di tengah Sungai Sipange. Tiba-tiba debit sungai naik dengan arus deras membuat mobil yang ditumpangi dua keluarga itu mengalami mati mesin. Lalu, enam penumpang yang berada di mobil itu turun ke sungai untuk menahan kendaraan agar tidak terseret arus.
Namun karena arus sungai yang deras membuat mobil itu terseret. Delapan orang di dalam mobil itu juga turut terseret arus Sungai Sipange. "Mobil terseret arus sungai sejauh 30 meter,” jelas Imam.
AGEN POKER - Selanjutnya, delapan orang dari rombongan pemudik itu dipastikan meninggal dunia setelah terseret arus sungai.
“Jenazah kemudian dievakuasi. Polisi kemudian menyerahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” ucap Imam.

0 Komentar