Kasus Pabrik Ekstasi di Palebon Semarang Terbongkar


SEMARANG - Kasus pabrik ekstasi di Palebon, Pedurungan Semarang terungkap berawal dari false declare alias pemberitahuan pengiriman palsu yang diterima pihak Bea Cukai Jateng dan DIY di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

 

AGEN DOMINO - Adapun pemberitahuan informasi adalah manifes barang prekursor sebagai pewarna yang masuk dari luar negeri.

"Bahan bakunya disamarkan pewarna, false declare. Masuk ke Jateng sekitar dua minggu lalu lewat udara, bukan kargo atau kontainer kapal, kalau yang di Banten sekitar satu bulan lalu masuk ke Soekarno-Hatta (bandara)," kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng dan DIY Tri Utomo di Semarang, Jumat (2/6).


Usai mengetahui barang itu disamarkan, pihaknya tidak bisa langsung melakukan penindakan. Sebab, prekursor atau bahan baku itu bukan barang yang dilarang beredar masuk, melainkan bebas terbatas harus ada izin dari Kementerian Kesehatan.


Karena ada barang mencurigakan yang masuk itu, pihak Bea Cukai berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dilakukan pengembangan hingga akhirnya tim gabungan Mabes Polri dan Ditresnarkoba Polda Jateng menggerebek lokasi rumah kontrakan yang dijadikan produksi pil ekstasi di Pedurungan Semarang itu pada 1 Juni 2023 pukul 19.00 wib.

"Karena bukan sebagai ekstasi atau sabu ketika masuk, jadi perlu analisis dan pengembangan. Analisa bersama itu perlu,” ujarnya.


Diketahui, di TKP Pedurungan itu prekursor yang kemudian dijadikan bahan baku pembuat ekstasi itu terinci 9.705gram kapsul berbagai warna, bubuk pink dan tepung cina, berbagai macam prekursor seperti bubuk gelatin, magnesium, bubuk MD19, bubuk MD IH, bubuk MK, bubuk IF, bubuk IE, bubuk sisa MD dengan berat total 43.742 gram.


AGEN POKER - Bahan-bahan inilah yang masuk via udara ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Mengenai negara asalnya, petugas masih mendalami. "Itu masuk prekursor golongan 4,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar