BEKASI - Prada MW, anggota TNI ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tabrak lari terhadap pasangan suami-istri hingga meninggal dunia di Bekasi. Kini, ia telah ditahan di Denpom Jaya 2 Cijantung, Jakarta Timur.
Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan, Prada MW saat itu langsung melarikan diri usai menabrak pasutri lansia tersebut. Hal ini lantaran dirinya yang memiliki rasa kalut usai kejadian.
"Untuk keterangan yang didapat, anggota masih Prada belum punya pengalaman, ditambah dengan mungkin rasa kalut. Jadi dia pergi meninggalkan TKP, karena juga mungkin ada rasa ketakutan akan ada tindakan yang tidak terpuji mungkin beliu kembali ke kediaman," kata Irsyad kepada wartawan di Denpom Jaya 2 Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (10/5).
Selain itu, berdasarkan pengakuan Prada MW saat menjalani pemeriksaan. Ia mengaku tengah dalam keadaan mengantuk, sehingga laju mobil saat itu mencapai 70 kilometer/jam saat ingin mendahului kendaraan yang ada di depannya.
"Berdasarkan pengakuan mengantuk. Untuk kecepatan mungkin diperkirakan 60 -70km/h," ujarnya.
AGEN DOMINO - Meski dalam kondisi mengantuk, Irsyad menegaskan, jika Prada MW tidak mengkonsumsi narkoba dan juga minuman keras (miras).
"Untuk mengkonsumsi narkoba ataupun minuman keras, tidak. Kami lakukan tes urine melalui tespek, sementara ini negatif. Memang yang bersangkutan mengantuk pengakuannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Keluarga dari pasangan suami istri yang menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi mendapat informasi kalau mobil yang kabur usai terlibat kecelakaan maut itu jenis Nissan X-Trail berpelat nomor polisi L.
Namun hingga kini pihak keluarga korban belum mengetahui secara pasti siapa pengendara mobil tersebut, hingga menyebabkan S (72) dan T (65) tewas di tempat usai kecelakaan tersebut.
"Informasinya (pelaku menggunakan) mobil ada Nissan X-Trail nopol L, apa mengambil jalur yang dilalui ayah saya, akhirnya tertabrak lah," kata Rendra Falentino Simbolon, anak korban, Jumat (5/5).
Dia mengatakan, saat prosesi pemakaman, pihaknya juga didatangi anggota Polisi Militer. Pihak keluarga rencananya akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Tadi pihak dari Denpom mendatangi saya, logikanya kalau pihak Denpom yang datang kan biasanya tentara," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, suami istri tewas di tempat setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil di Jalan Raya Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Kamis (4/5). Sementara mobil yang terlibat kecelakaan ini langsung kabur melarikan diri.
AGEN POKER - Pasangan suami istri korban tabrak lari ini diketahui berinisial S dan T. Mereka tewas dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya.
Dikutip dari akun Instagram @lensa_berita_jakarta, peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu suami istri yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba bertabrakan dengan sebuah mobil yang melintas dari arah berlawanan.
Akibat benturan yang keras, korban terpental beberapa meter hingga masuk ke halaman sebuah kantor yang berada di punggir jalan. Kedua korban pun tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala, kaki dan tangan.

0 Komentar