JAWATENGAH - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah mengidentifikasi tiga korban jagal dukun pengganda duit Slamet Tohari baru tiga jenazah. Ketiganya yakni Paryanto (53), warga Sukabumi, Jawa Barat, dan pasangan suami istri atas nama Irsad (43) dan Wahyu Tri Ningsih (41), warga Pesawaran, Lampung.
"Jadi korban Paryanto yang diketahui identitasnya awal telah diserahkan kepada keluarga korban dan telah dibawa pulang menuju Sukabumi. Sedangkan untuk jenazah pasutri asal Lampung yang dikubur satu liang lahat tetap menunggu konfirmasi berasal dari keluarganya," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kamis (6/4).
Pihaknya akan terus mengembangkan masalah tersebut mengingat aksi yang ditunaikan dukun pengganda duit Mbah Slamet tersebut telah terjadi selama dua tahun paling akhir atau sejak tahun 2020. Bahkan, pelaku telah banyak tidak ingat dan kerap memberikan info berubah-ubah selagi pemeriksaan.
"Untuk mengidentifikasi para korban, Polda Jateng memicu posko aduan di tiap tiap polres. Hingga selagi ini telah tersedia 17 laporan, kita arahkan untuk pengambilan DNA mencocokkan dengan jenazah yang tersedia di Banjarnegara," ungkapnya.
AGEN DOMINO - Penyidik terhitung mengamankan Budi Santosa yang berperan menjaring calon pasien melalui media sosial (medsos) Facebook. Dia mempromosikan Mbah Slamet sebagai dukun pengganda uang. Ketika tersedia calon costumer datang, dipertemukan kepada Slamet.
"Untuk pasal yang kita sangkakan kepada ke-2 pelaku adalah Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau mati," tutup Kapolda.
Sebelumnya, masalah pembunuhan dukun pengganda duit terungkap setelah ada laporan kehilangan Paryanto (53), warga Sukabumi Jabar. Dari informasi yang dikumpulkan keluarga bahwa korban berangkat ke Banjarnegara menemui Slamet. Korban yang sempat mengirimkan pesan dan lokasi melalui aplikasi Whatsapp kepada anaknya.
AGEN POKER - Pesannya memuat instruksi kecuali tidak tersedia kabar darinya selama lebih dari satu hari, sang anak diminta datang ke rumah Slamet dengan aparat.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kecuali umur ayah pendek, perumpamaan ayah tidak tersedia kabar hingga Minggu, segera saja ke lokasi dengan aparat," ungkapnya.
Selanjutnya korban telah jadi tidak sanggup dihubungi, kemudian keluarga melaporkan pada Polres Banjarnegara pada Senin 27 Maret 2023. Mendapat laporan, polisi segera melaksanakan penyelidikan dengan menyusuri lokasi Slamet.
"Hasil penyelidikan bahwa PO dibunuh Slamet dan dikubur di Jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa," jelasnya.

0 Komentar