BALI - Polisi menangkap komplotan pencurian besi proyek milik PT. Waskita Karya di Kawasan Pelabuhan Benoa, Bali. Para pelaku pencurian adalah karyawan di perusahaan tersebut dan bernama Alwiyono (24), M. Wahyudi (27), I Wayan De Merta (25), I Komang Adi Putra (20), I Ketut Puja (25), Masruri (36), dan Saiful Ardiansyah (39).
"Untuk kerugian yang dialami PT. Waskita Karya sekitar Rp675.800.000," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Kamis (20/4).
AGEN DOMINO - Proyek Waskita Karya berlokasi di Damping II Dermaga Timur, Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Proyek sudah berjalan dari Bulan Oktober 2022 hingga saat ini.
Aksi para komplotan tersebut terungkap berawal pada Jumat (7/4) sekira pukul 08.00 WITA. Saat itu pihak perusahaan memeriksa barang proyek berupa besi ulir. Namun besi hilang milik proyek revertment retaining wall Dermaga Benoa yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya.
"Adapun besi yang hilang berjumlah 62 ton dan mengalami kerugian sekitar Rp675.800.000. Dengan kejadian tersebut (pihak perusahaan) melapor ke Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa," ujar dia.
Lewat laporan tersebut, akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa besi tersebut telah dijual dan petugas melakukan pengecekan ke tempat pengepul dan ditemukan beberapa sisa-sisa besi yang telah dijual.
Lewat barang bukti tersebut, akhirnya polisi mengetahui para pelaku dan langsung menangkapnya dan modusnya pada pelaku melakukan pencurian mengambil besi di proyek damping II pada malam hari.
AGEN POKER - Sementara, barang bukti yang diamankan besi ulir berjumlah 287 batang atau dengan berat sekitar 1.300 kg, uang tunai Rp13.300000 dan rekening koran Bank BRI milik pelaku.
"Para pelaku mengakui perbuatanya mengambil tanpa izin dari pihak PT. Waskita Karya, bahwa setelah pelaku mengambil besi tersebut kemudian menjualnya," tandasnya.

0 Komentar