JAMBI - Seorang anak bernama Danendra (5) meninggal dunia akibat dianiaya oleh ibu kandung sendiri dengan memakai sapu hingga tewas di Kelurahan Pasar Atas Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi terhadap Jumat (24/2). Motif ibu muda inisial W ialah karena emosi dan kesal anaknya tidak berkenan menuruti apa yang disuruh oleh dirinya mengambil alih air.
Diketahui, Windah (32) merupakan warga Desa Koto Jayo, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo yang tinggal di Pasar Atas Bangko Merangin. Akibat dari kekerasan yang dilaksanakan oleh ibu kandungnya, korban yang masih balita tersebut kudu meregang nyawa sebelumnya meraih perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kolonel Abundjani Bangko.
"Jadi kami mendapat Info langsung kami menindak laporan tersebut untuk melakukan penyelidikan dan sesudah dilaksanakan introgasi terhadap ibu korban yang berkaitan mengakui bahwa sebelumnya yang berkaitan telah melakukan penganiayaan terhadap korban,"kata Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Lumbrian Hayudi Putra sementara di konfirmasi melalui pesan singkat terhadap Sabtu (25/2).
Peristiwa itu berjalan terhadap Jumat (24/2) sekira pukul 09.00 WIB, di mana inisial (D) korban yang terhadap sementara itu tengah asik bermain diminta oleh ibu kandungnya untuk menolong isi air ke dalam ember, namun karena asik bermain (D) tidak menuruti perintah ibunya dan seketika membuat pelaku emosi sesudah itu langsung memukul korban.
Ibu kandung inisial W ini tersulut emosi dengan anaknya supaya langsung dipukul memakai gagang kayu sapu lidi sebanyak 2 kali 'Prak prak di bagian perut' kata W. Bukan cuma itu saja, W juga menendang anaknya sebanyak tiga kali di bagian perut (D) dan memukul di bagian wajah juga.
"Jadi si W ibu kandung D sesudah memukul dan menendang tidak juga puas supaya anak tersebut dibanting ke lantai tiga kali sesudah itu membenturkan kepala anak itu juga ke lantai," jelasnya.
"Setelah melakukan penganiayaan tersangka sesudah itu pergi untuk bekerja dan meninggalkan korban di rumah dengan kakaknya,"imbuh Lumbrian.
Kemudian sekira pukul 12.00 WIB, tersangka mendapat telepon dari anak perempuannya yang menerangkan bahwa adiknya tidur dalam kondisi mendengkur benar-benar keras tidak seperti kebanyakan dan tidak dapat dibangunkan.
AGEN DOMINO - Lanjutnya, sesudah mendapat Info tersebut tersangka berharap anaknya untuk memelihara adiknya. Kemudian kira-kira pukul 16.00 WIB, tersangka lagi dihubungi oleh anaknya.
"Bahwa adiknya (D) tidak berkenan bangun, mendengar perihal tersebut tersangka langsung pulang ke rumah untuk melihatnya namun kondisi (D) belum juga tersedia perubahan. Kemudian pelaku membawa korban ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko untuk dilaksanakan perawatan namun korban dinyatakan telah meninggal dunia,"jelasnya.
”Ya, untuk sementara ini tersangka yang juga sebagai ibu kandung korban beserta barang bukti telah kami amankan di Polres Merangin dan untuk korban sendiri malam tadi telah kami mintakan Visumnya kepada Dokter RSUD Kolonel Abundjani Bangko," tutup Lumbrian. AGEN POKER

0 Komentar