SULAWESITENGAH - Kepolisian meluruskan informasi bentrok maut karyawan PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (14/1). Bentrokan terjadi bukan antara tenaga kerja Indonesia (TKI) bersama tenaga kerja asing (TKA). Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto.
"Masalah di Morowali atau PT GNI itu bukan kasus TKI bersama TKA. Tetapi tuntutan berasal dari tenaga kerja yang berhimpun dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) terhadap perusahaan," kata Didik kepada merdeka.com, minggu (15/1).
AGEN DOMINO - Menurutnya, tuntutan SPN sudah dilakukan mediasi dilakukan di Kantor Dinas Morowali terhadap Jumat (13/1). Namun tidak menemukan titik temu antara ke-2 pihak. "Maka berasal dari tenaga kerja berasal dari SPN ini laksanakan aksi mogok kerja jadi pagi Sabtu (14/1)," tuturnya.
Kemudian sampai pukul 12.00 saat setempat, massa memaksa untuk masuk, dan mengintimidasi berasal dari para pekerja lainnya yang tetap laksanakan pekerjaan di dalam. "Di dalam (perusahan) itu ada TKA dan TKI juga," ujarnya.
Kemudian pukul 15.00 WITA, massa membubarkan diri. Didik menyampaikan, berasal dari tuntutan yang massa sampaikan terhadap surat mogok kerja, ada delapan poin dan semua disetujui oleh perusahaan.
"Kecuali satu kudu ditindaklanjuti yakni mengaktifkan kembali tenaga kerja yang sudah diberhentikan kontraknya minta diaktifkan kembali, Sudah disetujui oleh perusahaan hari Senin ini laksanakan pertemuan di dinas tenaga kerja di Provinsi," katanya.
Tetapi terhadap malam hari yang sama, massa kembali mampir dan memaksa masuk ke dalam perusahaan. Tidak cuma itu, massa laksanakan tindakan yang anarkis sampai laksanakan pembakaran.
"(Massa unjuk rasa) Dari kami yang tergabung dalam SPN, Serikat Pekerja Nasional, berasal dari WNI. Mereka laksanakan perusakan dan pembakaran. Mulai malam, sekitar 8.30 saat setempat sampai jam 2 (dini hari)," jelasnya.
Akibat perihal itu, terjadi gesekan sesama pekerja sampai pada akhirnya menimbulkan korban jiwa baik berasal dari TKI dan TKA.
"(Bentrok TKI dan TKA) Tidak betul, bahwa perihal ini berasal dari tuntutan oleh tenaga kerja yang berhimpun Serika Pekerja Nasional kepada perusahaan tetapi tidak temu mereka laksanakan mogok kerja, dikarenakan mogok kerja lantas ada anarkis selanjutnya ada gesekan bersama pekerja di dalam. Ada korban (meninggal dunia) TKI 1, TKA 1," tegasnya.
Dalam hal ini, ada puluhan orang yang sudah diamankan. Semuanya sampai kini tetap dalam kontrol kepolisian. Hingga berita ini tayang, kepolisian dan TNI tetap laksanakan pengaman di sekitar wilayah bentrok.
"Sekarang kepolisian kombinasi TNI tetap laksanakan pengamanan atau siaga di wilayah perusahan itu," pungkasnya. AGEN POKER

0 Komentar