BALI - Seorang anak berusia lima th. meninggal dunia di rumahnya tempat Banjar Lebah, Desa Marga, Tabanan, Bali. Bocah berinisial MNN itu diduga meninggal akibat terperanjat tersedia gempa.
"Iya meninggal dunia," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinada Giri kala dihubungi Jumat (14/4) malam.
Kronologi korban ditemukan meninggal dunia berawal disaat korban berada di dalam rumahnya dan orangtuanya berada di luar tempat tinggal pada petang hari. Kemudian kala tersedia gempa sejumlah warga teriak tersedia lindu.
"Pas kejadian gempa anak kecil itu mainan handphone di dalam rumah. Kalau kita biasa di Bali tersedia gempa (teriak) lindu-lindu. Itu dia (korban) kaget dan terperanjat (kemungkinan) dia untuk menyelamatkan diri entah dia kena benturan kita tidak tahu, tetapi sudah ditemukan dalam tidak sadar," ujar dia.
AGEN DOMINO - Setelah ditemukan keluarga tidak sadarkan diri, bocah tersebut sesudah itu dibawa ke klinik Bunda Setia lalu dirujuk ke RSUD Tabanan dan dinyatakan meninggal dunia.
"Tapi saksi yang menyaksikan kebentur itu tidak ada. Dia bisa saja maunya menyelamatkan diri orang tuanya di luar tempat tinggal dan tersedia di dalam kok (korban) tidak keluar-keluar," ujar dia.
"Korban usianya lima tahun. Orangtuanya (saat itu) tersedia di luar dan anaknya main handphone di dalam. Setelah tidak sadarkan diri dibawa ke klinik Bunda Setia dan dirujuk ke RSUD Tabanan, dalam perjalanan ini setelah di UGD anak itu dinyatakan meninggal dunia mirip dokter," ujar dia.
Seperti diketahui, gempa magnitudo 6.6 mengguncang Pesisir Utara Tuban. Tepatnya 68 km barat laut Tuban, Jawa Timur pukul 16.55 WIB, Jumat (14/4). Plt Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari mengatakan, gempa bumi itu berpusat di 6,29 lintang selatan, 111,92 bujur timur bersama dengan kedalaman 632 km.
"Gempa berpusat di pesisir utara Tuban bersama dengan kekuatan M6.6, kedalaman 632 km," kata Abdul dalam keterangannya. AGEN POKER

0 Komentar