Tawuran Antar Geng Motor di Batang Akibatkan 1 Orang Tewas


JATENG - Polisi meringkus 14 pelaku tawuran berujung penganiayaan kepada Arya Hadi Putra (21) Warga Karangasem, Batang, Jateng. Korban dianiaya memakai pedang sampai meninggal dunia. Penganiayaan dipicu saling tantang di fasilitas sosial (medsos) sampai berujung aksi tawuran antara geng motor di perbatasan Kabupaten Batang-Kota Pekalongan.


"14 orang pelaku udah kita amankan dan ditahan. Delapan orang di antaranya anak di bawah umur. Mereka ini membacok korban bersama dengan luka sobek di leher bagian belakang, kepala belakang, punggung kanan, pinggang kanan dan pantat kanan," kata Kasat Reskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo, Senin (15/1).


Pelaku masih dalam pengecekan petugas. Sedangkan untuk anak di bawah umur masih dilakukan pengecekan secara tertutup. "Untuk anak di bawah umur dilakukan pendampingan dan dihadirkan termasuk para orangtua tersangka," ungkapnya.


AGEN DOMINO - Kejadian bermula saat seorang pelaku berinisial FAN asal Kota Pekalongan memposting di tidak benar satu akun Instagram. Akun tersebut menyebabkan aksi tawuran kedua geng itu.


Lalu, terhadap Kamis (12/1/2023), sekira Pukul 21.00 WIB ada kiriman pesan dari akun Instagram. Bunyi pesannya, "WAR/TAWURAN DI DEPAN SMP N 17 PEKALONGAN PADA HARI JUMAT, TANGGAL 13 JANUARI 2023 PUKUL 03.00 WIB DINI HARI".


Pesan itu diteruskan oleh FAN ke teman-teman gengnya. Seluruh bagian geng berkumpul lebih-lebih dahulu di Kelurahan Sapuro, Kota Pekalongan. Kemudian berangkat bersama-sama naik kendaraan ke SMP N 17 Pekalongan yang berada di batas kota.


Belasan pemuda itu membawa tiga samurai dan dua celurit. Sesampainya di lokasi, mereka menelusuri Jalan Jenderal Sutoyo, yang masuk wilayah Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang. Terjadilah bentrok dua group itu.


"Saat di wilayah kejadian tawuran, satu korban dari geng "AMERIKA252GANS" yang bernama Arya Hardi Putra tertinggal dari teman-temannya, agar para pelaku leluasa jalankan kekerasan terhadap korban bersama dengan cara menyabetkan senjata tajam ke tubuh Korban," jelasnya.


Mendapati anaknya dianiaya, orang tua korban sesudah itu melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Beberapa barang bukti yang kita amankan yaitu sejumlah senjata tajam, termasuk tiga pucuk samurai, beberapa unit hape, dan motor," ujarnya.


14 pelaku yang diamankan yaitu AGE (18) warga Panjang Baru, Kota Pekalongan, MNDJ (18), warga Bojong Kabupaten Pekalongan, ZM (17) warga Bandengan, Kota Pekalongan, MNS (15) warga Kergon, Kota Pekalongan, FAN (15) warga Boyongsari, Kota Pekalongan.


Lalu, MAK (18) warga Bendan, Kota Pekalongan, MAK (16) warga Bendan Kergon, Kota Pekalongan, APP (18) warga Boyongsari, Kota Pekalongan, MI (21) warga Sapuro Kebulen, Kota Pekalongan.


Kemudian, FIS (21) warga Bendan-Kergon, Kota Pekalongan, TA (19) warga Karangmalang, Kota Pekalongan, FNW (21) warga Kandang Panjang, Kota Pekalongan, AN (20) warga Sapuro Kota Pekalongan dan IR (19) warga Kebulen Sapuro, Kota Pekalongan.


"Para pelaku dapat dijerat bersama dengan Pasal 170 ayat (2) Ke 3-e KUHP tentang perkara tindak pidana, bersama dengan ancaman 12 th. penjara. perkembangan lebih lanjut, nanti kita kabarkan," pungkasnya. AGEN POKER

Posting Komentar

0 Komentar